indosiar.com, Pekalongan - Pelantikan Anggota DPRD Terpilih Kota Pekalongan, Jawa Tengah Kamis (13/08/09) siang, diwarnai kericuhan antara puluhan wartawan media cetak dan elektronik dengan petugas yang melarang peliputan pelantikan tersebut. Karena kesal, para wartawan akhirnya melakukan aksi boikot dengan cara meletakkan kamera dan alat peliputan lainnya di halaman kantor DPRD.
Berbagai hujatan langsung dilontarkan oleh puluhan wartawan yang kesal lantaran dilarang meliputi pelantikan Anggota DPRD Kota Pekalongan, Jawa Tengah masa jabatan 2009 - 2014 kemarin siang. Kericuhan antar wartawan dan Sekwan DPRD Kota Pekalongan ini dipicu oleh sikap Sekwan DPRD yang melarang wartawan masuk ke ruangan.
Bahkan pihak Sekwan DPRD mengusir para wartawan yang sudah berada didalam ruangan pelantikan. Pihak Sekwan juga tidak menjelaskan alasan pelarangan terhadap para wartawan. Karena kesal dan merasa dilecehkan, para wartawan melakukan aksi protes dengan cara meletakkan kamera dan alat peliputan lain di halaman kantor DPRD.
Sekwan DPRD Kota Pekalongan Suharto yang berusaha menjelaskan kepada wartawan tidak digubris. Suharto menjelaskan, alasan pelarangan karena kapasitas ruangan tidak mencukupi. Para wartawan meminta pihak Sekwan meminta maaf secara terbuka karena telah menghalang-halangi tugas para wartawan untuk mendapatkan informasi. Para wartawan mengancam akan melakukan boikot terhadap seluruh kegiatan anggota dewan. (Kuncoro Wijayanto/Sup)