indosiar.com, Solo - Bantaran Sungai Bengawan Solo yang dulunya banyak tumbuh pohon jati dan sengon, kini berubah menjadi jagung. Bagian hulu ini mengalami tingkat sedimentasi cukup parah, terutama di Sungai Wirogo, Kecamatan Tirtomoyo dan Sungai Keduang di Kecamatan Ngadirojo.
Saat curah hujan tinggi, tanah dan lumpur ini terbawa hingga ke Waduk Gajah Mungkur sehingga menambah endapan lumpur waduk.
Menurut aktivis lingkungan yang juga anggota Komisi C DPRD Wonogiri, Hamid Nur Yassin, kedua sungai ini merupakan penyumbang lumpur terbanyak Waduk Gajah Mungkur. Jika waduk meluap, maka daerah hilir seperti Solo, Ngawi, Bojonegoro, Gresik dan Lamongan akan kebanjiran.
Sebagai antisipasi bila terjadi banjir besar, harus dilakukan pengerukan lumpur secara rutin di Waduk Gajah Mungkur. Sebab selama ini pengerukan hanya dilakukan pada saat banjir. Sementara untuk solusi jangka panjang, pemerintah harus membangun sejumlah waduk serta membuat sudetan Sungai Bengawan Solo, sehingga saat waduk meluap air tidak seluruh menggelontor ke hilir, tapi masuk ke waduk-waduk sudetan.(Ganuk Nugroho Adi/Ijs)