HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Skandal Century

Kesaksian Mantan Gubernur BI di Pansus



 

indosiar.com, Jakarta - Anggota pansus Century DPR agaknya belum puas dengan kesaksian Boediono, saat pertama mereka panggil, 21 Desember lalu. terlebih setelah anggota pansus mendengar keterangan saksi lain dari para mantan petinggi Bank Indonesia, saat keputusan bail out itu diambil.

Anggota pansus ingin mengkonfrontir keterangan Boediono dengan keterangan para mantan petinggi BI itu.

Di sini, Boediono kembali ditanyai perihal dasar dan latarbelakang, terkait proses hingga berujung keputusan bail out dana sebesar 6,7 triliun rupiah oleh KKSK kepada Bank Century.

Bahkan Romahurmuzy, anggota pansus dari Fraksi P3, mengkonfirmasi kesaksian mantan direktur pengawasan BI Zainal Abidin, di mana  ketika diperiksa pansus mengaku bahwa, saat pengambilan keputusan itu melihat beberapa peserta, termasuk Boediono sampai menangis.

Menjawab pertanyaan, apakah presiden tahu dan mengikuti proses pengambilan keputusan oleh KKSK itu? Boediono menjawab singkat.

Suasana memanas, ketika Boediono, tak menjawab secara tegas, ketika anggota pansus menanyakan apakah dana yang dikucurkan LPS ke Bank Century, uang negara atau bukan. Terlebih ketika pertanyaan itu dipertajam anggota pansus dari Fraksi PDIP Maruarar Sirait.

Pria yang berteriak "Boediono maling", bernama La Ode Kamarudin, aktivis dari Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi, yang saat itu diperbolehkan masuk dan berada di balkon dengan para wartawan peliput.
Petugas langsung membawanya keluar ruangan untuk menjalani pemeriksaan atas tindakannya.

Hadirnya Marsilam Simanjuntak di rapat KKSK, meski disebut sebagai Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Reformasi atau UP3R, tetap dipersoalkan.

Anggota pansus dari Fraksi PDIP Ganjar Pranowo dan Akbar Faisal dari Fraksi Hanura menilai, kehadiran Marsilam di rapat KKSK itu melanggar undang-undang perbankan.

Setengah waktu pemeriksaan berjalan, Boediono memang kerap mengeluarkan jawaban tak memuaskan anggota pansus. Boediono bahkan sempat terlibat debat kusir dengan Fachri Hamzah, anggota pansus dari Fraksi PKS.

Anggota pansus pada pemeriksaan kedua Boediono ini, memang banyak menyorot soal keterlibatan wakil presiden ini saat menjabat Gubernur BI, dalam proses pengambilan keputusan bail out saat itu, tapi jawaban-jawaban Boediono dinilai banyak tidak jelas dan membuat anggota pansus kecewa.

Romahurmuzy, anggota pansus dari Fraksi P3, mengatakan, kalau sudah begini, sulit melihat Boediono sebagai wakil presiden yang pernah menjabat menteri keuangan, karena menentukan dana LPS masuk uang negara atau bukan saja, tidak bisa.

Apa yang coba dihindari Boediono, mengapa ia tak tegas menjawab? Ada yang bilang, itu semata karena jika dana LPS masuk kategori keuangan negara, maka perlu persetujuan DPR untuk mengucurkannya. Padahal DPR mengaku tak pernah dimintai persetujuan.dan Boediono, diam dalam kehati-hatiannya.(Tim Liputan/Ijs)

 

Bookmark and Share


Page: 1
13-Jan-2010 17:10:49 WIB by MARDI
Sebaiknya Pansus century berpegang pada keterangan Mantan Wapres Jusuf Kala, karena beliau lebih banyak mengetahui yg sebenarnya, keterangan lain sebagai tambahan. Kejujuran seorang pemimpin memang dibutuhkan di jaman rakyat sedang menderita.
13-Jan-2010 15:26:00 WIB by AdMaiorem
Éyang kakung ngendiko : "jamané jaman édan yèn ra ngédan ra keduman!" Éyang putri nggedumel : "jamané akèh wong keblingerrrrrrr ...!" Bang Napi pesan "WASPADALAH! WASPADALAH!" ~ JAMAN HARIMAU BERBULU DOMBA ~

 

Nama:
Email:
Security Code: