indosiar.com, Jakarta - Pernyataan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional, bahwa partainya menarik dukungan terhadap pemerintahan SBY - Kalla, menuai protes dari kadernya sendiri. Kader PAN Wilayah Sulawesi Utara bahkan mendesak Sutrisno Bachir mundur dari jabatannya, karena sikapnya dinilai bertentangan dengan rekomendasi Rakernas PAN, Juni lalu di Palembang yang memposisikan Partai PAN sebagai mitra kritis pemerintah bukan sebagai oposisi.
Desakan mundur terhadap Sutrisno Bachir ini disampaikan Kader Partai Amanat Nasional Sulawesi Utara dalam Rapat Kerja Wilayah Partai Amanat Nasional Sulawesi Utara yang dibuka Sekjen PAN Zulkifli Hasan.
Salah satu rekomendasi Raker Wil PAN yang diikuti ribuan kader dari berbagai dewan pimpinan daerah Kabupaten Kota di Sulawesi Utara itu menyatakan agar Sutrisno Bachir mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai, menyusul pernyataannya yang mengatakan PAN menarik dukungan terhadap pemerintahan SBY - Kalla.
Menurut Baso Affandi, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PAN Manado yang mewakili Kader PAN se wilayah Sulawesi Utara, pernyataan Sutrisno Bachir menyalahi aturan partai. Karena keputusan dukungan PAN terhadap SBY - Kalla merupakan hasil Rakernas PAN di Palembang yang mengariskan partai sebagai mitra kritis pemerintah, bukan sebagai partai oposisi.
Baso menambahkan, pernyataan Sutrisno tidak mencerminkan Ketua Umum Partai Besar yang berpegang pada aturan organisasi. Desakan mundur terhadap Sutisno dari posisi Ketua DPP PAN rencananya juga akan dilakukan oleh sejumlah kader dari wilayah lainnya. Mereka mendesak pimpinan pusat PAN segera menggelar musyawarah luar biasa untuk membahas tuntutan mundur tersebut. (Alamsyah Johan/Sup)