indosiar.com, Jakarta - (Selasa, 18.10.2011) Jika tidak ada perubahan hasil perombakan kabinet indonesia bersatu jilid dua yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menghadirkan wajah menteri baru. Sampai kini sedikitnya sudah ada 5 wajah baru yang ditunjuk presiden dan ditunggu-tunggu kiprahnya oleh masyarakat.
Dahlan Iskan, Amir Syamsuddin, Djan Faridz, Azwar Abubakar dan Gita Wirjawan adalah lima wajah baru yang akan masuk kabinet indonesia bersatu jilid dua hasil reshuffle yang kini hampir selesai dan tinggal diumumkan ke publik. Wajah mereka memang tak asing, tapi untuk di kabinet, mereka pendatang baru dan masyarakat menunggu kiprah mereka.
Dua dari mereka Dahlan Iskan dan Gita Wirjawan dari jalur profesional, sementara tiga lainnya datang dari jalur partai politik. Tapi diluar kiprah dan karier yang sedang menanjak, mereka tetaplah sosok yang bersajaha, setidaknya bagi keluarga mereka.
Menurut Isna Fitriana, putri bungsu Dahlan Iskan, meski dihadapkan pada kesibukan setiap hari, ayahnya tetap rajin mengunjungi 6 cucunya di Surabaya.
Keluarga memang sangat penting mendukung karier. Begitupun para calon menteri ini. Menurut Zanisa, putri Azwar Abubakar yang ditemui di Banda Aceh, sejak ayahnya diumumkan akan dilantik menjadi Menpan dan reformasi birokrasi, keluarga besar mereka bersuka cita mendapat kepercayaan dari presiden dan langsung berangkat ke Jakarta.
Proses reshuflle kabinet kali ini memang terasa panjang dan berjalan lambat. Tak seperti biasa, berlangsung cepat hanya dalam beberapa hari saja. Terasa tak nyaman bagi menteri yang namanya tercoret. Lihat yang terjadi di kantor kementrian hukum dan HAM Selasa siang, tampak lenggang dan menkumham Patrialis Akbar yang diumumkan akan digantipun sudah tak terlihat lagi. Menurut Kepala Biro Humas Kementrian Hukum dan HAM, Martua Batubara, Patrialis kemarin sudah mengosongkan ruang kerjanya.
Patrialis Akbar memang hampir pasti diganti dengan pejabat baru Amir Syamsuddin. Rumah dinasnya dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan juga tampak sudah lenggang. Menurut salah seorang satpam yang berjaga, sang menteri masih menempati rumah ini tapi tak mau lagi ditemui. Patrialis mungkin segera pindah ke kediaman pribadinya di Cipinang, Jakarta Timur setelah serahterima jabatan. (Tim Liputan/Sup)