indosiar.com, Jakarta - Ketakutan dan panik, demikian perasaan para penumpang KMP Levina 1 saat mengetahui perahu yang mereka tumpangi terbakar. Terlebih para penumpang yang membawa serta anak-anak mereka.
Inilah Dani, bayi 2 bulan putra Nurotul Aini warga Tegal, Jawa Tengah salah seorang penumpang KMP Levina 1. Ia termasuk yang beruntung, karena suami dan 2 anaknya termasuk Dani bisa terhindar dari maut dalam kecelakaan tersebut.
Padahal menurut cerita Nurotul, mereka sempat terapung-apung selama 2 jam di laut lepas, berjuang untuk selamat dengan hanya memegang pada pelampung dan satu tangan memeluk Dani.
Menurut Nurotul, ia nekad membawa bayinya meloncat dari atas kapal ke laut saat kebakaran terjadi, karena api sudah semakin membesar dan terdengar ledakan. Kini Dani harus dirawat intensif di rumah sakit karena pada paru-parunya terdapat air laut.
Begitu pula Rusbani. Warga Pangkal Pinang yang juga melompat ke laut bersama putrinya Sulastri saat kebakaran terjadi. Sebelumnya ia sempat memberikan pelampung kepada istri dan anaknya lalu melompat ke laut bersama putrinya Sulastri. Akibatnya kaki Rusbani kesleo dengan tangan kirinya luka parah.
11 korban kebakaran KMP Levina sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Port Medical Center Tanjung Priok dengan seluruh biaya perawatan ditanggung oleh pihak kapal Levina 1. (Sisca Tiur Gurning dan Herman Worotikan/Sup)