indosiar.com, Jakarta - Hingga kini bayang-bayang masa lalu kelam menjadi seorang jugun ianfu atau budak seks di zaman penjajahan Jepang masih membekas dalam ingatan Ema Kastinah dan Mardiem dua wanita jugun ianfu yang hadir dalam peputaran film dokumenter jugun ianfu Jumat (10/11/06).
Kesedihan masih terlukis di wajah Mardiem, asal Yogyakarta dan Ema Kastinah asal Cimahi, Jawa Barat, saat menghadiri diskusi dan pemutaran film jugun ianfu di Jakarta tadi pagi.
Kedua mantan jugun ianfu atau budak seks tentara Jepang ini bahkan tidak kuasa menahan tangis saat berlangsungnya pemutaran film tentang jugun ianfu. Selama pemutaran film ini Mardien yang dipaksa menjadi jugun ianfu sejak usia 13 tahun kerap menyeka air matanya.
Kehidupan yang pahit saat menjadi jugun ianfu juga membayangi Ema Kastinah. Mantan jugun ianfu ini bahkan tidak berani menyaksikan film. Selama pemutaran film Ema kerap mengalihkan pandangan matanya dari layar.
Ema dan Mardiem adalah contoh dari ribuan perempuan Indonesia yang bernasib sama pada masa penjajahan Jepang. Hingga kini para mantan jugun ianfu ini masih terus berjuang untuk sekedar mendapatkan permintaan maaf secara resmi dari pemerintah Jepang. (Medi Trianto dan Amirulaj/Sup)