indosiar.com, Lampung - (Selasa:27/12/2011) Kasus sengketa lahan di Lampung masih berlanjut. Belum tuntas kasus Mesujji, kini muncul kasus yang sama. Kali ini di wilayah kabupaten Tulang Bawang, tak jauh dari Mesuji. Puluhan warga yang mengklaim sebagai pemilik warga ramai ramai menduduki lahan perkebunan sawit, yang ditanam salah satu perusahaan perkebunan. Yang menarik, salah satu anggota DPR yang kebetulan melihat aksi, langsung mendukung tindakan warga tersebut.
Kasus serupa dengan di kabupaten Mesuji, kembali terjadi di Provinsi Lampung. Puluhan warga petani mengajak serta keluarga mendirikan tenda menduduki dan bertekat tidak mau pergi dari lahan kebun kelapa sawit yang digarap PT Bina Nusantara Indah Lampung (PT BNIL) salah satu perusahaan kelapa sawit di daerah tersebut.
Warga mengkalim merekalah pemilik lahan ini. Saat aksi warga berlangsung, secara kebetulan, melintas rombongan anggota komisi III DPR yang hendak menuju ke Mesuji, terkait sengketa lahan di lokasi tersebut.Nudirman Munir, selaku pimpinan rombongan, mendukung aksi warga tersebut.
Sengketa lahan PT BNIL ini terjadi karena warga kampung Banjar Dewa, kecamatan Banjar Marko Tulang Bawang ini mengkalim masih memiliki lahan seluas 1100 hektar ini. Mereka terdiri dari 600 kepala keluarga, yang tahun 1999 lalu di gusur PT BNIL hingga kawasan kampung mereka dalam sekejab berubah menjadi lahan kebun sawit.
Kasus di lahan PT BNIL ini adalah kasus sengketa lahan ke 3 di Lampung, selain PT Silva Inhutani, dan PT Barat Selatan Makmur Investindo yang sudah mencuat dan menimbulkan jatuh korban jiwa.(Ari Susanto/Her)