indosiar.com, Batam - Dari peninjauan yang dilakukan tim gabung KNKT dan Labfor Mabes Polri, petugas belum bisa mengambil kesimpulan penyebab kecelakaan pesawat Adam Air dengan Pilot Kapten Sudiarto.
Sementara itu, pihak Adam Air menyerahkan flying data recorder dan cockpit voice recorder atau kotak hitam kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dalam nota serah terima kotak hitam tersebut, pihak Adam Air mengharapkan pihak KNKT dapat segera mengungkap penyebab tergelincirnya pesawat Adam Air. Rencananya pihak KNKT akan membawa kotak hitam itu ke Singapura.
Menurut Ketua KNKT, Tatang Kurniadi, dari pembukaan kotak hitam akan diketahui hasil perbincangan dalam cockpit serta segala gerak pesawat sebelum hingga insiden terjadi. Untuk itu diperlukan waktu sekitar 2 minggu, untuk membaca kotak hitam tersebut.
Dari data awal KNKT masih akan melakukan penyelidikan lanjutan yang membutuhkan waktu hampir 12 bulan. Dari hasil peninjauan di lokasi tergelincirnya Adam Air, selain mencatat kondisi cuaca, KNKT juga menemukan fakta awal patahnya gir pendaratan sebelah kanan pesawat.
Meski 171 penumpangnya selamat dalam insiden ini, namun pesawat mengalami kerusakan serius di roda pendaratan dan sayapnya. Sementara 5 korban cedera, saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Otorita Batam. Bahkan seorang penumpang bernama Ari Permadani, asal Selat Panjang Kepulauan Riau, terpaksa dirawat di ruang unit gawat darurat karena mengalami luka serius. 4 dari korban adalah wanita, yakni Sarniti (21 tahun), Rita Fahira (40 tahun), Diana Surya, dan Ningsih (26 tahun) serta satu-satunya pria adalah Ari Permadani (35 tahun).(Tim Liputan/Ijs)