indosiar.com, Jakarta - Koalisi besar yang belakangan digagas oleh Golkar dengan PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura dan partai lainnya hingga kini belum menemukan formula yang pas. Masing-masing partai masih belum menemukan figur yang pas untuk dijadikan capres maupun cawapres. Tapi yang pasti koalisi jumbo ini sama sekali tidak bermaksud untuk menghadang kubu SBY.
Hingga kini koalisi antara parpol peserta pemilu untuk mengusung capres dan cawapres belum ada satupun yang mencapai kesepakatan. Berbagai pertemuan dan negosiasi baik dilakukan ketua umum partai maupun tim lobi masing-masing partai terus dilakukan.
Sekjen DPP Partai Golkar, Sumarsono menegaskan, koalisi besar antara PDIP, Golkar, Hanura, Gerindra dan PPP akan terbentuk jika terjadi kompromi politik, mengingat masing-masing parpol saat ini masih mencalonkan kadernya sebagai calon presiden. Namun demikian Partai Golkar akan mengumumkan lebih cepat sebelum partai lain. Apakah ini sinyal jika Jusuf Kalla akan mengandeng Wiranto sebagai cawapres, menurut Sumarsono hal itu masih terus dijajaki. Yang jelas menurut Sumarsono apapun tindakan Golkar bingkainya adalah koalisi besar.
Sementara itu Ketua di Perpu PDIP Taufik Kiemas mengatakan, pertemuan JK dan Mega yang rencananya digelar Rabu kemarin batal. Kemungkinan besar pertemuan tersebut akan dilakukan pada hari Kamis (30/04) ini.
Taufik juga enggan menjawab koalisi dan pasangan Megawati di Pilpres. Berbagai sumber yang dihimpun di internal PDIP menyebutkan, jika Megawati lebih memilih Prabowo untuk mendampinginya sebagai cawapres. (Sudrajat/Dedi Suhardiman/Sup)