indosiar.com, Jakarta - Setelah dianggap menang dalam penghitungan suara sementara, Partai Demokrat mulai menjajaki koalisi termasuk dengan Partai Golkar. Namun Partai Golkar menegaskan langkah selanjutnya baru akan dibicarakan dalam Rapim khusus.
Fungsionaris Partai Demokrat, Andi Mallarangeng di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat sudah melakukan hubungan komunikasi melalui telpon dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Yusuf Kalla pada hari Minggu (12/04) kemarin.
Menurut Andi Mallarangeng, pembicaraan kedua tokoh partai tersebut dalam kerangka komunikasi politik kearah pembentukan koalisi partai. Partai Demokrat sendiri akan terus melakukan komunikasi baik melalui pertemuan langsung atau pertelpon untuk mencari kemungkinan koalisi.
Hingga saat ini Partai Demokrat masih membuka pintu lebar untuk berkoalisi dengan partai lain, kecuali dengan partai yang sejak awal sudah menutup kemungkinan koalisi.
Sementara itu di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro Jakarta Minggu malam, Wakil Presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar memanggil seluruh Ketua DPP dan Koordinator Wilayah Partai Golkar.
Usai pertemuan yang berlangsung tertutup ini, Sekjen DPP Partai Golkar Sumarsono menyatakan, besar kemungkinan Partai Golkar akan kembali berkoalisi dengan Partai Demokrat termasuk menduetkan kembali Yusuf Kalla sebagai Cawapres mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono.
Namun keputusan tersebut belum final, karena masih akan dibicarakan terlebih dahulu dalam Rapat Pimpinan Nasional Khusus 23 April mendatang.
Berbeda dengan Sumarsono, Ketua Bapilu DPP Partai Golkar, Firman Subagio menyatakan, DPP Partai Golkar telah menyerahkan sepenuhnya ke Yusuf Kalla, apakah bersedia dicalonkan kembali mendampingi SBY sebagai Wapres?. Karenanya dalam waktu dekat diakui Firman Subagio, Yusuf Kalla akan bertemu Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor. (Tim Liputan/Sup)