HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Surat Dirut Pertamina ke DPR

Komisi VII DPR Nilai Tak Pantas



indosiar.com, Jakarta - Surat Direktur Utama Pertamina yang ditujukan kepada Ketua Komisi VII DPR ditanggapi beragam. Surat tersebut berkaitan dengan rapat kerja Komisi VII DPR dengan Dirut Pertamina Selasa pekan lalu yang dinilai menyimpang dari pokok pembahasan.

Surat tertanggal 13 Februari yang ditujukan kepada Ketua Komisi VII DPR RI, PT Pertamina dinilai tidak pantas. Apalagi surat yang ditandatangani Sekretaris Perseroan Toharso ini isinya tentang kekecewaan atas pelaksanaan rapat kerja Komisi VII DPR RI dengan Dirut Pertamina, Karen Agustiawan yang dinilai menyimpang.

Dalam surat yang mengundang pro kontra Anggota Komisi VII DPR RI ini disebutkan tentang pokok pembahasan rapat kerja yang seharusnya tentang fungsi pengawasanberubah menjadi arena untuk mengadili Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan yang baru dilantik pada 15 Februari lalu.

Padahal hal tersebut menurut Ketua Komisi VII DPR RI, Sonny Keraf, adalah sah-sah saja. Namun demikian Anggota Komisi VII lainnya Waty Amir melihat tidak fear jika masalah surat keberatan yang disampaikan Dirut Pertamina ini diarahkan untuk mengganti posisi Karen Agustiawan.

Waty Amir mengungkapkan Komisi VII sendiri akan mengklarifikasi masalah bersangkutan dengan memanggil kembali Dirut Pertamina Karen Agustiawan, 23 Februari mendatang. Diharapan ada pemahaman yang lebih baik antara Komisi VII dengan PT Pertamina dalam menyelesaikan persoalan yang ada. (Ery Sofyan Hakim/Amin/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
19-Feb-2009 07:33:53 WIB by DODY S
Kalau kondisi sudah saling ada ketersinggungan tentang surat yang dilayangkan ke DPR dan ditandatangani Sekretaris Perseroan Toharso yang isinya tentang kekecewaan atas pelaksanaan rapat kerja Komisi VII DPR RI dengan Dirut Pertamina,karena kesalahan mekanisme pengirimannya salah terus sama DPR dibesar-besarkan.

Kalau kita kaitkan dengan hubungan sebab akibat, tentunya yang kita permasalahkan adalah sebabnya dulu yaitu" masalah sopan santun cara rapat"
apa pantas seorang anggota dewan yang dihomati rakyat mengeluarkan kata- kata "DIRUT Pertamina = Satpam" atau apa enak kalau DPR= Taman kanak- kanak/", artinya nya anggota dewan adalah manusia dan dirut adalah manusia trus manusia sama- sama punya hati, punya perasaan, ada rasa kecewa jika dilecehkan, tapi gak tau ya kalau di komisi VII itu apa saja penghuninya? dan seperti apa kelakuannya? jadi gak mentang- mentang jadi anggota Dewan ngomong seenak udelnya.

Bu Karen jalan terus pantang mundur, mari kita wujudkan visi dan misi Pertamina.

Saya harap agar jajaran Direksi Pertamina jangan terpancing dengan ucapan-ucapan yang keluar dari mulut anggota dewan yang gak pakek filter.

Untuk partai elu yang lagi tebar pesona, kok ini malah kebalikan nyakiti hati rakyat. awas lu..tu..ye

Kalau gue jadi pembina di partai elu, pasti deh elu- elu gue recall and gue kursuskan ke John Robert Power

 

Nama:
Email:
Security Code: