HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Bencana Wasior

Kondisi Pengungsi dan Bantuan Bagi Korban



indosiar.com, Timika, Kendari, Denpasar - Bencana banjir bandang di Wasior, Papua, menyebabkan ratusan pengungsi mulai meninggalkan kampung halaman mereka, diantaranya ada yang mengungsi ke kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, dan Bali. Sebagian besar mereka adalah lansia dan anak-anak. Sementara di lokasi banjir, bantuan makanan terus mengalir, diantaranya dipasok PT, Freeport Indonesia sebanyak 1,2 ton makanan berupa beras dan makanan ringan.

Ratusan pengungsi korban bencana banjir bandang Wasior ini tiba di Pelabuhan Murhum Kota Bau-Bau pada Senin malam (11,10/10) sekitar pukul 8 malam, dengan menumpang kapal Pelni KM Sinabung, sebagian besar para pengungsi yang datang ini merupakan anak-anak dan lansia. Para pengungsi ini dikumpulkan di posko pengungsi Wasior yang disiapkan pemerintah kota Bau-Bau di areal pelabuhan. Selain korban luka, juga terdapat pengungsi yang datang dalam keadaan sakit, namun mereka langsung ditangani oleh petugas medis.
 
Sementara tiga anggota polisi asal Bali yang menjadi korban bencana banjir bandang di distrik Wasior, Papua Barat, dirujuk ke Rumah Sakit Trijata Bali, untuk menjalai perawatan lanjutan. Dari tiga orang korban tersebut, satu diantaranya diwajibkan menjalani rawat inap sementara dua lainnya menjalani rawat jalan.

Menurut data sementara, pihak Mapolda Bali mencatat sebanyak 30 orang petugas polisi asal Bali, bertugas di Wasior. Dari keseluruhannya satu orang dinyatakan tewas, sementara 2 orang diantaranya sampai saat ini masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Untuk menambah stok bahan makanan sudah berkurang, dilokasi terjadinya banjir bandang, ibukota Teluk Wondama, Wasior, Papua Barat, tim Peduli Freeport kembali mengirimkan bantuan bahan makanan berupa beras dan makanan ringan. Sebanyak 1,2 ton bahan makanan berupa beras dan makanan ringan ini, diterbangkan sekitar pukul 10.00 WIT, melalui Bandara, Moses Kilangin, dengan menggunakan pesawat Twin Otter milik maskapai penerbangan PT Freeport, Airfast.
 
Sebelumnya, tim dari Freeport Peduli ini, sudah mengirimkan 500 kilogram bantuan bahan makanan serta perlengkapan tidur dan obat-obatan. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: