HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Perburuan Teroris

Konflik Kepentingan di Masjid Al-Munawwarah



indosiar.com, Tanggerang - Di Masjid Al-Munawwarah Pamulang, warga menuding Abu Jibril menjadikan masjid ini sebagai tempat pengajian ekslusif yang hanya boleh diikuti orang-orang yang sealiran dengan Abu Jibril. Tudingan itu disampaikan Habib Abdurrahman Assegaf, Ketua Gerakan Umat Islam Indonesia.

Ketua Gerakan Umat Islam Indonesia, Habib Assegaf menuding kelompok Abu Jibril sering menggunakan Masjid Al-Munawwarah di komplek Perumahan Winata Harja, Pamulang, Tangerang Selatan ini sebagai kegiatan keagamaan yang ekslusif dan sangat membatasi keterlibatan jamaah yakni hanya orang-orang yang sepaham dengan Abu Jibril saja yang dapat menggunakan fasilitas masjid ini.

Dan menurut Assegaf, warga setempat menjadi terganggu karena kelompok ini banyak melakukan kegiatan yang beda dengan umat Islam lainnya. Seperti pelaksanaan hari raya Idul Fitri yang selalu berbeda waktunya dengan yang dijalankan umat Islam umumnya.

Namun pernyataan Assegaf itu dibantah pengurus Masjid Al- Munawwarah. Dalam konferensi persnya di serambi masjid hari Rabu (26/08/09) kemarin, Trisna Dahlan mengatakan, Masjid Al-Munawwarah yang didirikan secara swadaya oleh warga perumahan Winata Harja Pamulang pada tahun 1994, bebas dan terbuka bagi umat Islam manapun yang ingin menggunakan masjid ini asal terbuka dan tidak hanya mengkhususkan kelompok tertentu saja.

Dan sejak Habib Abdurrahman Assegaf bermukim di perumahan ini beberapa peristiwa kerap terjadi yang juga melibatkan Abu Jibril. Untuk meredakan perselisihan antar kelompok pengajian Abu Jibril dengan kelompok pengajian Habib Abdurrahman Assegaf, pada September 2005 diadakan musyawarah dan menghasilkan kesepakatan tidak perlu ada friksi antara Abu Jibril dan Assegaf, apalagi isu teroris tidak terbukti di masjid ini. (Iwan Munandar/Sugeng Riyadi/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
4-Sep-2009 03:56:52 WIB by Kakak saya dan Teroris
Saya dari keluarga non muslim, salah satu "kakak saya" menikah dan menjadi muslim. kami cukup harmonis. Ada hal yang membuat saya kagum terhadap mereka, yaitu : bagaimana mereka mendidik anak-anak mereka untuk menghormati OrangTua,saudara maupun orang lain. setelah saya perhatikan rupanya mereka mengajarkan hal mengenai "Ketaatan", "Kebajikan" dan "Kepandaian" maka sayapun mengambil hikmat dan melakukan seperti yang mereka lakukan untuk generasinya... Selanjutnya, Saya sangat setuju dengan pendapat saudara A.H bahwa "Teroris" bertujuan untuk mengacaukan, dengan adanya Bom Bali, Kuningan, Marriot, membuat stabilitas negara Kita menjadi terganggu, Masyarakat menjadi gelisah, Program untuk memperbaiki keterpurukan Negara ini menjadi tersendat, ini sangat mempengaruhi segala lini dalam kehidupan di Indonesia.. Haruskah kita memandang hal ini dari sisi agama ??? Akankah kita meniru hal yang hasilnya kurang baik atas perbuatan yang didasari penafsiran yang masih ada perbedaannya. bukankah keterpurukan ini dapat menyebabkan kita tertinggal oleh negara lain, jangankan oleh Amerika, dengan Malaysiapun kita akan jauh tertinggal jika kita terus menerus tidak menggunakan "Kepandaian" Kita. mungkin patut kita renungkan jika kita merasa seorang agamais, tentu kita percaya bahwa hanya "Yang Maha kuasa" yang berhak untuk menilai dan menghakimi bagi mereka-mereka yang berjalan diluar kehendaknya, bukan kita sebagai manusia. "Hukum tetap berjalan sejauh kita melanggar ketentuan yang berlaku dimana kita berpijak" Mari kita jadikan diri kita yang memiliki "Ketaatan", "Kebajikan" & "Kepandaian"... Ok terima kasih
28-Aug-2009 19:07:22 WIB by edyvanvreden
Tapi para teroris sering menyelewengkan arti jihad, mungkin saja para teroris tidak mengerti arti jihad yang sebenarnya, sehingga diartikan dengan perang fisik, ya akhirnya kita juga sering menganggap Amerika adalah teroris, anehnya kita justru memakai produk mereka (Amerika)seperti komputer, HP, bahkan pesawat terbang untuk ke tanah suci mekkah, lagi pula Amerika juga membantu negara kita sewaktu aceh terkena gelombang tsunami, lalu sekarang siapa teroris itu, ah bingung ah lebih baik main gaple aja.
28-Aug-2009 15:05:09 WIB by A.H
Saudara Edyvanvreden & Galih jangan samakan makna jihad & teroris. Jihad berarti bersungguh-sungguh. tujuannya mulia yaitu syurga/keridhoan dari Allah Subhanahu wata ala. sedangkan teroris bertujuan untuk mengacaukan. dan Teroris sesungguhnya adalah Amerika yaitu George Bush dan antek-anteknya.
28-Aug-2009 13:59:55 WIB by edyvanvreden
jangan ada lagi agama dijadikan alat untuk membenarkan diri, apalagi makna jihad yang disalah artikan dengan membunuh orang yang tidak sealiran termasuk membunuh orang kafir. biar bagaimanapun kita harus melihat kekurangan diri sendiri bukan orang lain, Kalau ada bom meledak lalu kita tuduh Amerika. padahal pelakunya orang Indonesia sendiri. Seperti Bom Bali, Bom Kuningan pelakunya adalah orang Indonesia sendiri yang berkedok agama. Jadi kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Maka dunia ini akan damai selalu.
27-Aug-2009 11:18:18 WIB by galih
ABU JIBRIL DAN ASSEGAF GA SADAR KALO DIADU DOMBA OLEH NAPSUNYA SENDIRI ,sadarlah saudaraku mestinya kalian bersatu,rapatkan barisan, satukan hati dan langkah untuk menghadapi kaum kapir. Cuma diimingi uang dan jabatan oleh orang kapir kalian sudah bentrok satu sama lain...itulah ..kalian tahu kalau orang orang kapir dan munafik tertawa melihat kalian ribut..rebutan kue...

 

Nama:
Email:
Security Code: