indosiar.com, Papua - Gerakan pengacau keamanan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali beraksi. Rabu (15/04/09) kemarin, terjadi kontak senjata antara separatis Papua Merdeka dengan Anggota Brimob Polda Papua yang bertugas di Kabupaten Puncak Jaya didaerah Tinggi Nambut mengakibatkan satu orang anggota Brimob tewas, sementara 6 anggota Polri lainnya mengalami luka tembak dan masih berada di Rumah Sakit Mulia Puncak Jaya, Papua.
Kejadian terjadi saat 7 anggota, 6 dari Brimob dan 1 satu Polres Persiapan Puncak Jaya hendak menjemput salah satu anggota yang sedang sakit dari pos polisi Tinggi Nambut. Saat dalam perjalanan kira-kira 2 kilometer dari pos polisi, tepatnya di Kampung Lumbuk Distrik Tinggi Nambut mereka dihadang oleh kelompok gerakan pengacau keamanan dengan menggunakan senjata.
Kontak senjata pun tak terhindarkan. Dalam kontak senjata tersebut, 6 anggota Brimob dan 1 Anggota Dalmas Polres Puncak Jaya mengalami luka-luka. Bripda Dance Musa Aninam, Anggota Brimob Polda Papua kritis dan langsung diterbangkan dari Mulia Puncak Jaya ke Jayapura, namun akhirnya menghembuskan napas terakhir dalam penerbangan menuju Jayapura.
Isak tangis keluarga Dance Musa Aninam tak terbendung ketika keluarga tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura dan melihat anak mereka Musa Animan sudah tak bernyawa, bahkan salah satu keluarga sempat histeris.
Sementara 3 orang yang diduga kelompok separatis tertembak yakni Domingos Kogoya, Martinus Jikuwa dan satu lagi belum diketahu identitasnya. Ketiganya sudah diamankan Rumah Sakit Daerah Mulia Puncak Jaya. (Andre Kirwel/Sup)