HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Mendapat Perhatian Besar Masyarakat

Kontroversi Kasus Susno Duadji



Baca Juga:


Tags:

susno duaji p sal korupsi

Berita HOT:


indosiar.com, Jakarta - (Kamis, 25/04/2013) Tidak terlaksananya eksekusi terhadap Susno Duadji oleh kejaksaan kemarin, sebagian mengecam tindakan mantan kabareskrim polri itu dianggap tidak mematuhi hukum dan memberi contoh tak baik, tapi sebagian kalangan bisa memahami, penolakan Susno, mengingat kesalahan redaksional putusan yang ia terima dari pihak pengadilan, dalam hal ini Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Berikut gambaran sekilas kasus Susno Duadji.

Susno Duadji. Dua tahun lalu harus bolak balik ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menghadiri sidang yang mendakwanya terlibat dua kasus sekaligus.

Pertama, selaku Kabareskrim Polri, ia didakwa menerima suap saat menangani kasus PT Salmah Arowana Lestari. Dan kedua, saat menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, pria kelahiran Sumatera Selatan 1 Juli 1954 ini dituduh menilap uang pengamanan pilkada Jawa Barat tahun 2008 yang besarnya 4,2 miliar rupiah.

Berbagai bukti dan saksi yang ia ajukan, tak mampu membebaskannya dari hukuman. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menilai Susno bersalah dan menghukum ia 3 tahun enam bulan penjara.

Di tingkat banding, upaya bebas dari hukuman kembali kandas. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta setuju dan mendukung putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hanya saja, terdapat kesalahan pada surat putusan. Nomor registrasi tidak sama, dan Susno, lewat kuasa hukumnya menilai, putusan ini cacat hukum dan karenanya tidak dapat dilaksanakan.

Putusan pengadilan tinggi itu tidak memuaskan kedua pihak. Baik Susno maupun jaksa penuntut, sama-sama minta keadilan ke Mahkamah Agung lewat kasasi. Putusan MA, menolak baik kasasi Susno maupun kasasi pihak jaksa.

Di sinilah masalah, eksekusi hukuman yang dilakukan pihak kejaksaan terhadap Susno, Rabu kemarin berakhir kegagalan. Pihak Susno, menganggap, putusan Pengadilan Tinggi, yang diperkuat Mahkamah Agung itu, tidak dapat dilaksanakan karena cacat hukum. Sementara menurut pihak Kejaksaan Agung, putusan MA itu sudah merupakan inkrah, dan Susno harus mematuhinya. kedua pendapat hukum yang berbeda itulah yang membuat Susno hingga Rabu malam, belum menjalani hukuman.  (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share