indosiar.com, Tangerang - Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa ratusan warga korban banjir dari tiga komplek perumahan dan satu kelurahan di kota Tangerang akhir pekan kemarin. Mereka menuntut pengembang menghentikan kegiatan yang telah menimbulkan banjir.
Ratusan warga ini selain membawa sejumlah spanduk, mereka juga meneriakan tuntutan. Warga yang menjadi korban banjir ini membawa papan milik Pemda Kota Tangerang dan sengaja dicopot pihak pengembang diatas kali yang kini diuruk pengembang menjadi ruko.
Papan tersebut adalah larangan dari Pemda Kota Tangerang untuk mendirikan bangunan diatas garis badan sungai. Menurut warga, sejak kali tersebut diuruk dan dibangun, ratusan rumah warga pada awal Februari lalu terendam air setinggi 75 centimeter hingga 2 meter.
Para pengunjuk rasa juga sempat mensweeping para kuli bangunan yang tengah bekerja untuk menghentikan aktifitasnya. (Mas'ud Ibnu Samsuri/Sup)