indosiar.com, Papua - Aksi penembakan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali memakan korban. Seorang Anggota TNI tertembak di Kabupaten Puncak Jaya dan dirawat di Rumah Sakit Martin Inde, Jayapura.
Pratu Ahmad, anggota Batalyon 754 korban tertembak oleh anggota separatis OPM Senin (23/03) pagi dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Angkatan Darat Martin Inde, Jayapura.
Panglima Komando Daerah Militer 17 Cendrawasih Papua Mayor Jenderal Ahmad Yani Nasution sesaat setelah mengunjungi Pratu Ahmad menegaskan, bahwa pelaku penembakan adalah gerakan separatis OPM pimpinan Goliat Taboni. Kejadian naas terjadi saat Pratu Ahmad dan beberapa rekannya sedang menggelar operasi penyisiran mengejar gerombolan separatis yang diduga menembak Pratu Saiful pekan lalu.
Namun saat operasi yang digelar didaerah Gero G Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, kelompok Pratu Ahmad ditembaki oleh orang tak dikenal. Diduga pelaku penembakan adalah anggota separatis OPM pimpinan Goliat Tabuni. Pratu Ahmad tertembak di tangan kiri atas, dada kanan atas tembus perut kiri dan di paha kanan.
Pada bulan Maret tahun ini saja kejadian penembakan oleh gerakan separatis OPM di Puncak Jaya terhadap Anggota TNI telah terjadi dua kali. Sebelumnya Pratu Saiful, tewas setelah tertembak sesaat sedang menggelar operasi penyisiran di daerah Tinggi Nambut, Puncak Jaya. (Andre Kirwel/Sup)