indosiar.com, Bandar Lampung - Pembatalan pelantikan Gubernur Lampung terus menuai protes dari warga. Setelah berbagai aksi unjuk rasa oleh massa pendukung pasangan Syahrudin ZP - Joko Umar Said di Kantor KPUD Lampung, Kantor KPUD Lampung Jumat (29/05/09) pagi kembali mendapat teror. Teror kali ini berupa tumpahan pasir dan batu bata.
Suhu politik di Lampung terus memanas, Jumat dini hari tadi Kantor KPUD Lampung diserang dan dipenuhi dengan pasir dan ratusan batu bata yang diangkut menggunakan dam truk PPAT didepan pintu gerbang gedung KPUD.
Pasir kiriman dari orang yang tidak dikenal ini pagi tadi langsung disingkirkan oleh petugas. Pengiriman pasir dan batu bata yang dilakukan ini tidak diketahui petugas jaga yang sedang terlelap tidur. Petugas jaga Kantor KPUD Lampung yang diperiksa polisi mengaku, sempat melihat sebuah kendaraan jenis dam truk berwarna kuning dengan cepat menurunkan muatan dan langsung melarikan diri.
Aksi teros ke kantor KPUD Lampung ini diduga kuat terkait pembatalan pelantikan pasangan Gubernur Syahrudin ZP - Joko Umar Said yang rencananya akan dilantik 2 Juni mendatang. Pembatalan dilakukan Ketua KPUD Lampung, Edwin Hanibal atas fatwa dari Mahkamah Agung yang menemukan adanya money politik dalam pilkada. (Ari Susanto/Sup)