indosiar.com, Jakarta - Untuk membantu meningkatkan produksi minyak dalam negeri, PT Mitra Rajasa akan mengoperasikan alat pendukung eksplorasi minyak dan gas (FPSO). FPSO dilengkapi dengan fasilitas produksi diatas dek kapal.
Dalam sambutannya di acara ramah tamah PT Mitra Rajasa dan rekanan di Jakarta Kamis (08/05/08) kemarin, Kepala BPH Migas, R Priyono menyambut baik rencana pengoperasian FPSO Sabre 201 mengingat keterbatasan FPSO di tanah air. Dari sekitar 200 titik ladang minyak marginal di Indonesia tegas Priyono saat ini hanya terdapat 6 unit FPSO termasuk milik PT Mitra Rajasa yang sudah beroperasi sebelumnya.
Lebih lanjut Komisaris Utama PT Mitra Rajasa, Tito Sulistyo menegaskan Sabre 201 sendiri akan diperkirakan selesai pada kuartal kedua tahun 2010 dengan anggaran pembangunan sekitar 45 juta US Dollar. Biaya yang ada tersebut tegas Tito akan ditanggung bersama dengan sejumlah institusi - institusi keuangan yang berminat terhadap proyek FPSO Subre 201 ini. (Ery Sofyan Hakim dan Dedi Effendi/Sup)