HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Palsukan Kredit

Lagi, Bank Dibobol Oknum Pegawai



Berita HOT:


indosiar.com, Jakarta -
Peristiwa pembobolan bank oleh oknum pegawainya kembali terjadi. Seorang pejabat BNI cabang Margonda Depok, ditangkap setelah bersama komplotannya terlibat pemalsuan kredit sebesar 4,6 miliar rupiah. Modusnya terbilang baru. Berbekal kode rahasia bank, mereka membuat perintah palsu berisi perintah pengucuran uang ke rekening yang telah mereka siapkan.   

Lima orang yang ditangkap polisi ini masing-masing berinisial JKD, AF, NJH, UK dan SHP. Mereka disangka terkait sindikat pemalsuan kredit di BNI Cabang Gambir, Jakarta Pusat senilai 4,5 milyar rupiah. Dipimpin JKD yang merupakan wakil kepala BNI cabang Margonda. Modus yang dipakai komplotan ini memang terbilang baru. Bermula dari JKD yang mengambil beberapa kode rahasia bank, lalu mereka membentuk perusahaan dengan nama PT Bogor Jaya Elektrindo. Desember tahun lalu berpura-pura menjadi debitor mereka memulai aksi dengan membuka rekening di BNI cabang Gambir sebesar 5 juta rupiah.

Setelah mendapatkan contoh logo, kop surat, stampel, nama pejabat berikut tanda tangan serta contoh telex sentra kredit menengah BNI dari JKD, AF Cs kemudian mengetik ulang dan telex palsu kemudian dikirim per fak ke BNI Gambir. Telex palsu tersebut berisi permohonan pihak BNI Gambir untuk mengucurkan pinjaman kepada PT BJE sebesar 4,5 milyar rupiah. Pihak BNI Gambir sendiri sempat memproses telex tersebut karena telex tersebut merupakan permintaan pihak pusat kepada pihak cabang. Setelah timbul kecurigaan dari pihak bank, telex akhirnya ditolak dan pihak bank melaporkkan penipuan ini ke polisi.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya dokumen - dokumen yang menyangkut kredit, telpon genggam, laptop, mobil, ATM, identitas palsu serta uang sebesar 50 juta rupiah. Selain dijerat pasal KUHP tentang pemalsuan dokumen, para tersangka juga dijerat Pasal 49 Undang Undang No.10 tahun 1998 tentang tindak pidana perbankan dengan ancaman pidana minimal 6 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (Dedi Iriawan/Sup)

 

Bookmark and Share