indosiar.com, Jakarta - Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menilai kemacetan yang pagi tadi terjadi di Jakarta hanyalah kemacetan rutin, yang terjadi di pagi hari akibat meningkatnya volume kendaraan. Kondisi arus lalu lintas di Jakarta dapat dilihat dari layar monitor yang terhubung dengan 172 kamera yang disebar dipersimpangan di Jakarta.
Kepala Seksi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, I Dewa Gede Soni mengatakan matinya traffic light seperti yang terjadi sejak Sabtu lalu dapat disebabkan karena pemutusan listrik oleh PLN karena pengurangan beban atau konsleting dan juga karena adanya proyek galian dari pihak lain yang tidak berkordinasi dengan DLLAJR. Hingga kini pihaknya masih terus berupaya memperbaiki traffic light yang tidak berfungsi.
I Dewa Gede Soni juga mengeluhkan peralatan traffic light yang sudah tua. Sebagian besar dari 287 traffic light yang ada di Jakarta dipasang sejak tahun 1992 hingga 1995. Ia berharap Departemen Perhubungan segera mengganti lampu lalu lintas tersebut. (Sukwan Hanafi/Dedi Effendi/Dv).