indosiar.com, Jakarta - Kendati tingkat kriminalitas di Selat Malaka menurun pada tahun ini, namun aparat keamanan terus bersiaga untuk menanggulangi teror. Salah satunya adalah dengan secara rutin melakukan latihan tempur anti teror.
Adegan ini bukanlah peristiwa pembajakan sebenarnya. Ini merupakan bagian dari skenario demo latihan pra tugas siaga tempur laut di perairan Teluk Jakarta, Senin (15/12/08) kemarin.
Dalam latihan ini disimulasikan sebuah kapal angkut dibajak oleh sekelompok teroris bersenjata dan untuk mengatasi keadaan ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan satu unit pasukan anti teror dari Komando Pasukan Katak TNI AL Armada Barat. Dalam waktu kurang dari 15 menit, kapal yang dibajak sudah dapat dikuasai oleh pasukan khusus TNI AL ini.
Usai demonstrasi, Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal Supiyadin menjelaskan, latihan ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk memberikan jaminan keamanan terhadap pengguna jalur laut. Karena letak geografis Indonesia yang menjadi jalur akses transportasi laut bagi dunia internasional.
Markas Besar TNI dalam waktu dekat juga akan menggelar latihan tempur untuk menanggulangi ancaman teror, agar tidak terjadi serangan terorisme seperti yang terjadi di Mumbai, India. Latihan ini akan melibatkan semua matra TNI termasuk kepolisian. (Iwan Munandar/Amirullah/Sup)