HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Pembunuhan Nasrudin

Lebih ke Motif Politik Dari Pada Asmara



indosiar.com, Jakarta - Sebagian Anggota DPR menduga penembakan terhadap Direktur PT PRB, Nasrudin Zulkarnaen lebih condong bermotif politik ketimbang cinta segitiga antara mantan Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar, Rani Juliani dan Nasrudin Zulkarnaen. Dugaan didasari keterlibatan Sigid Haryo Wibisono, seorang pengusaha yang selama ini disebut-sebut sebagai pembuat masalah.

Nama Sigid Haryo Wibisono, bos salah satu harian umum nasional tiba-tiba mencuat menyusul terkuaknya pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Sigid lah yang kemudian dikaitkan dengan keterlibatan Ketua KPK Antasari Azhar dalam kasus ini.

Namun belum begitu banyak yang tahu kiprah Sigid sebelumnya. Kabarnya sebelum dipecat dari PKB setahun yang lalu, Sigid pernah menjabat sebagai salah satu Anggota Dewan Suro Partai Kebangkitan Bangsa.

Menurut Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB, Nursyahbani, sejak awal bergabungnya Sigid di PKB sudah menimbulkan konflik. Bahkan konflik PKB yang berujung perpecahan antara Dewan Tanfidz pimpinan Muhaimin Iskandar dan Dewan Suro pimpinan Gus Dur, salah satunya disebabkan oleh kompor yang bernama Sigid Haryo Wibisono.

Disisi lain, Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan menilai, kasus yang menjerat Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin bukan sekedar persoalan asmara. Ada persoalan besar dibelakang kasus ini. Tiga faktor yang bisa saja terkait yakni masalah asmara, kasus-kasus korupsi dan masalah politik.

Politisinya kasus Antasari ini juga ditandai oleh cepatnya pengungkapan kasus maupun pelaku pembunuhan Nasrudin. (Farma Dinata/Rudi Asmoro/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
8-May-2009 19:22:33 WIB by ayu lintang siboro
bagus itu. rakyat jadi bisa dengan jelas nonton orang2 yang seharusnya bisa kasih teladan di bidang msg2, saling gonto2kan, sampai berakhir pd pembunuhan. dan masalahnya sgt klasik (usang?): harta (korupsi), wanita, atau tahta (politik). bravo indonesia!

 

Nama:
Email:
Security Code: