indosiar.com, Jakarta - (Rabu, 21.12.2011) Mabes Polri memastikan korban tewas dalam bentrokan berdarah antara warga dengan pihak perkebunan di Mesuji, Lampung berjumlah 9 orang. Sedangkan 2 korban yang dipenggal dalam insiden berdarah tersebut berasal dari pihak pam swakarsa yang dibentuk perusahaan perkebunan.
Dalam konferensi pers yang berlangsung Rabu siang tadi di Mabes Polri, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Polisi Saud Usman Nasution membantah insiden berdarah di Mesuji menyebabkan 30 orang tewas. Hasil penyelidikan polisi menyimpulkan, korban dari 3 insiden tersebut hanya berjumlah 9 orang. Dari 9 orang tersebut, 2 diantaranya merupakan korban aksi pemenggalan kepala berasal dari pihak pam swakarsa PT SWA.
Dalam konferensi pers ini, Kadiv Humas Polri merilis pula video rekaman dalam insiden di perkebunan sawit PT BSMI, Kabupaten Mesuji Lampung November 2011 lalu. Menurut Kadiv Humas Polri, anggota dari Polres Tulang Bawang berupaya menghadang ratusan warga yang akan menyerang PT BSMI, namun polisi tak dapat berbuat banyak. Saat itu aksi massa semakin anarkis hingga akhirnya polisi menembak salah satu dari massa. Untuk meredam emosi massa, polisi akhirnya memilih mundur, namun sebelum bantuan personil dari Polda Lampung datang, massa sudah menyerang bangunan PT BSMI.
Pemicu bentrokan di PT BSMI Mesuji Lampung ini menurut polisi berawal dari adanya laporan dari masyarakat, jika ada 2 orang warga yang melakukan penjarahan kelapa sawit. Terkait video yang diduga merupakan penggabungan dengan peristiwa berdarah di Thailand, Mabes Polri menyerahkan sepenuhnya pengungkapan dugaan tersebut kepada tim gabungan pencari fakta yang dikomandoi oleh Wamenkumham, Deni Indrayana. (Dedi Irawan/Sup)