indosiar.com, Banyumas - Razia makanan dengan gencar terus dilakukan aparat disejumlah daerah, karena hingga saat ini masih ada makanan yang tidak layak konsumsi diperjualbelikan. Di Banyumas, petugas menemukan daging yang sudah busuk namun masih dijual pedagang. Bahkan di Karanganyar petugas menyita makanan ringan yang menggunakan bahan membahayakan yakni pewarna tekstil.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Senin (08/8/11) siang, menggelar razia daging disejumlah pasar. Dalam razia tersebut, petugas menemukan daging ayam gelonggongan dan sejumlah daging sapi yang membusuk. Namun menurut pedagang, ayam gelonggongan lebih laris ketimbang ayam kering. Karena selain murah juga terlihat dagingnya banyak. Petugas memberikan peringatan keras dan mengancam akan menyita barang dagangan mereka.
Tim gabungan pemerintah kota Gorontalo melakukan razia kesejumlah pasar - pasar tradisional di Gorontalo. Di Pasar Central, petugas menemukan banyak makanan yang kadaluarsa di jual bebas ke masyarakat. Selain barang kadarluarsa, petugas juga menemukan banyak makanan dan minuman yang kemasannya tak layak jual atau sudah rusak.
Barang makanan dan minuman yang terjaring razia disita petugas, sementara penjualnya akan dilakukan pemanggilan kembali untuk diberi pembinaan.
Sementara ratusan bungkus makanan ringan yang diduga mengandung zat pewarna tekstil seperti rodamin B dan juga metanil yellow Senin siang disita petugas gabungan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Petugas juga menyita makanan ringan ini, karena setelah petugas melakukan sejumlah test, tidak memiliki kandungan yodium yang memadai.
Menurut petugas, jika makanan yang mengandung zat pewarna tekstil dan kurang yodium ini dikonsumsi terus menerus, maka akan mengakibatkan kanker. Ratusan bungkus makanan ringan ini disita petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Tim Liputan/Sup)