indosiar.com, Semarang - Maruto Jati Sulistiyo, pria yang diduga menjadi anggota jaringan teroris di tanah air kini terus diburu aparat kepolisian. Pria yang pernah mengeyam pendidikan di fakultas kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang hingga semester VI dan beristrikan seorang dokter itu disebut-sebut pernah berperan menolong memberi pengobatan terhadap Nurdin M Top, buronan teroris yang hingga kini belum dapat dilacak jejaknya oleh aparat keamanan.
Inilah gambar wajah Maruto Jati Sulistiyo, warga yang disebut-sebut pernah menolong buronan teroris Nurdin M Top, saat pria Malaysia itu sakit. Bersama istrinya Tri Utami yang bekerja sebagai dokter, Maruto yang terakhir kali tinggal di Desa Gedangan Boja, Kendal, Jawa Tengah kini tidak diketahui rimbanya, seiring dengan upaya pemburuan jaringan teroris yang dilakukan tim Densus 88.
Maruto tercatat pernah kuliah di fakultas kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang selama VI semester. Namun sejak tahun 2004, alumni SMA 3 Semarang tersebut keluar tanpa alasan pasti.
Selama kuliah, Maruto dikenal sebagai sosok yang pendiam tidak begitu menonjol prestasi akademiknya serta tidak aktif mengikuti kegiatan kampus. Selama kuliah, Maruto diketahui pernah berjualan buku-buku agama dan sempat tinggal di asrama kampus. Di Semarang, Maruto pernah menetap di Perum Kini Jaya, Kedung Mundu, Semarang, Selatan. (Agus Hermanto/Sup)