indosiar.com, Bandung - Warga korban bencana gempa di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung dan Kuningan, Jawa Barat masih tinggal di tenda pengungsian. Selain karena kehilangan tempat tinggal, mereka juga masih trauma khawatir terjadi gempa susulan.
Sehari setelah terjadinya gempa warga korban gempa di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Kamis (03/09/09) kemarin, masih tinggal di tenda pengungsian. Selain karena kehilangan tempat tinggal, juga banyak dari mereka memilih tinggal di tenda karena trauma takut terjadi gempa susulan.
Tenda pengungsi ini tersebar di 13 desa di Kecamatan Pangalengan yang dilanda gempa dengan tingkat kerusakan paling parah. Kecamatan Pangalengan merupakan daerah terparah di Kabupaten Bandung.
Bantuan bagi warga korban gempa juga mulai berdatangan ke Posko Penanggulangan Bencana disetiap desa. Bantuan selain beras, mie instan serta selimut, pemerintah daerah dibantu PMI dan tim medis rumah sakit telah menyediakan posko kesehatan bagi warga.
Di Kecamatan Pangalengan, korban tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan bertambah menjadi 9 orang, serta lebih dari 100 orang menderita luka berat dan ringan. Sedangkan bangunan rumah yang hancur serta rusak lebih dari 3000 rumah. Sementara ratusan korban gempa di Kuningan, Jawa Barat juga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Para pengungsi yang sebagian besar anak-anak dan manula mulai terserang penyakit seperti batuk dan pilek. Selain karena faktor cuaca, sakitnya para pengungsi juga dipicu stress karena rusaknya rumah akibat gempa. Warga yang menderita sakit umumnya tak kuat terkena angin malam yang cukup dingin.
Banyak diantara pengungsi yang tidur tanpa selimut. Para pengungsi ini menginap di tenda-tenda yang dibangun tenaga sukarelawan, para pengungsi berada di tiga tempat penampungan di Kecamatan Darma. (Cecep Hendar/Masyuri Wahid/Sup)