indosiar.com, Ternate - Aksi perusakan ini dilakukan massa yang kecewa atas putusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang dianggap mengabaikan putusan hasil rapat pimpinan daerah khusus Partai Golkar Kota Ternate, dalam menetapkan calon walikota April mendatang.
Selain merusak, massa yang juga emosi menutup lambang Partai Golkar dengan cat dan menaikan bendera Partai Demokrat sebagai wujud kekecewaan terhadap putusan DPP Partai Golkar yang memutuskan mengusung pasangan Burhan Abdurahman - Arifin Djafar serta menolak mendukung pasangan Iqbal Ruray - Vaya Armaiyn yang ironisnya merupakan ketua DPD II Partai Golkar Ternate.
Aksi perusakan dihentikan setelah aparat kepolisian Polres Ternate menghimbau massa agar menyelesaikan persoalan tersebut secara internal. (Gazali Hasan/Sup)