indosiar.com, Jakarta - Ditemukanya dendeng sapi mengandung DNA babi membuat masyarakat cemas dan khawatir. Untuk sementara sebagian masyarakat memilih tidak membeli atau mengkonsumsi dendeng sapi olahan seperti dendeng abon atau bakso karena rawan dioplos dengan daging babi.
Maraknya produk-produk daging sapi yang mengandung babi belakangan ini pada beberapa produk makanan membuat konsumen berpikir ulang mengkonsumsi produk daging sapi. Para konsumen mengaku untuk sementara memilih menghentikan membeli produk yang berasal dari daging sapi olahan, seperti dendeng, abon dan bakso. Sebab dikhawatirkan produk-produk tersebut rentan dioplos dengan daging babi. Terutama setelah ditemukan produk makanan mengandung DNA babi yang bertuliskan label halal pada kemasannya.
Konsumen juga meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan lebih ketat dalam mengawasi produk makanan sebelum beredar di pasaran. Sementara dari pantauan di Pasar Tradisional Grogol, Jakarta Barat, 4 merek dendeng sapi yang mengandung DNA babi tidak satupun terdapat di pasar ini. Dua toko menjual dendeng, namun mereknya tidak termasuk dalam merek positif mengandung babi. Merek yang dijual antara lain dengan dendeng merek Tiga Cabe, Dendeng Cap Sapi dan Dendeng Sari Roso.
Meski tidak termasuk dalam daftar haram, namun pada kemasannya tetap tidak terdapat label halal, namun pedagang dendeng ini sudah mengantongi keterangan dendeng yang dijualnya tidak terindikasi daging babi.
Seperti diketahui Senin (01/06/09) kemarin, Badan Pengawas Obat dan Makanan kembali menemukan sejumlah dendeng dan abon yang dioplos daging babi dengan label abon sapi halal. 4 jenis dendeng tersebut adalah dendeng sapi dengan merek dagang Dua Daun Cabe Kwualitat Istimewa, Dendeng Sapi Brenggolo, Dendeng Sapi Brenggolo Kwualitat Istimewa Giling dan dendeng atau abon sapi Spesial Produk Dua Dinar Bandung. BPOM telah mementahkan ke 4 produk dendeng dan abon tersebut untuk ditarik dan dimusnahkan dari pasaran. (Eliza Amanda/Surnata/Sup)