indosiar.com, Jakarta - Puluhan pendukung calon presiden dari PDIP Megawati Soekarnoputri yang menamakan dirinya Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) mendesak agar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak berkoalisi dengan partai berkuasa dan tetap berperan sebagai oposisi. Megawati dan Prabowo Subianto sendiri menerima keputusan MK meski dengan berbagai catatan. Puluhan massa dari Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) sejak Rabu (12/08/09) sore hingga malam melakukan aksi demo didepan kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teukur Umar, Jakarta Pusat. Massa yang sebelumnya juga berdemo didepan gedung Mahkamah Konstitusi ini meminta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tetap melakukan oposisi terhadap partai penguasa. Megawati Soekarnoputri dan calon wakil presidennya Prabowo Subianto keluar dari rumahnya dan menemui pendukungnya. Megawati Soekarnoputri sendiri sebelumnya memberikan tanggapan atas keputusan MK menerima walaupun dengan berbagai catatan. Sebelum membubarkan diri massa dari Bendera ini sempat meminta cawapres Prabowo untuk menyampaikan orasi dan Prabowo meminta para pendukungnya untuk bisa menahan diri dan tidak terprovokasi. Namun sempat terjadi insiden kecil saat pendukung Megawati - Prabowo melintas didepan rumah tim sukses SBY - Boediono. Sebaliknya, putusan MK ini yang membatalkan gugatan sengketa pilpres disambut baik tim sukses kubu SBY - Boediono. Tim yang diwakili Hatta Rajasa mengajak semua pihak termasuk kandidat pasangan capres - cawapres bisa berbesar hati menerima dan menghormati putusan MK. (Tim Liputan/Sup)