indosiar.com, Banyuwangi - Tahukah anda bahwa selain dagingnya yang kerap di sate, biawak juga diambil empedu dan minyaknya. Empedu biawak diyakini dapat meningkatkan vitalitas pria, sedangkan minyaknya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Sejumlah alasan inilah membuat seorang warga Banyuwangi, Jawa Timur memelihara biawak hingga puluhan ekor.
Saat ini ia memiliki 69 ekor biawak. Biawak ia dapatkan dengan cara memburu biawak yang seringkali memakan ayam milik warga. Merawat biawak menurut Dul Haji tidaklah sulit, 2 hari sekali butuh 70 kilogram ikan laut yang disajikan terpotong agar sang biawak mudah memangsanya. Selain itu pengaturan kelembaban ruang tangkar harus diperhatikan.
Dul Haji rajin menguras dan mengisi kolam penangkaran dengan menimba air dari sumur sedalam 10 meter. Ini dilakukan karena hingga kini ia belum memiliki jaringan listrik PLN untuk memasang pompa air. Biawak ternyata juga diminati warga karena diyakini empedunya bisa meningkatkan keperkasaan lelaki, sedang minyaknya dijadikan obat oleh oles berbagai penyakit kulit.
Bahkan diantara pembeli banyak memanfaatkan dagingnya untuk sate bakar. Tapi Dul Haji hanya mau menjual biawaknya jika biawak sudah dewasa atau beratnya rata - rata 10 hingga 15 kilogram. Dengan harga 5000 ribu rupiah per kilogram. Karena hobinya ini Dul Haji kini lebih populer dengan nama panggilan Dul Haji biawak. (Nur Salim/Dv).