indosiar.com, Makassar - Di aliran kanal kotor tumpukan sampah inilah setiap harinya warga Jalan Juanda Makassar, Sulawesi Selatan mendulang emas. Pekerjaan mendulang emas demi mencukupi hidup mereka rela seharian berkuba air kanal kotor berwarna kehitaman dan bau mencari butiran emas.
Air di kanal ini memang menghanyutkan serbuk butiran emas yang berasal dari rumah perajin emas. Tahir misalnya, pendulang emas 42 tahun yang tampak tekun menyaring butiran pasir dari dasar kanal mencari butiran emas yang tersisa.
Sesekali ia mengoyangkan saringan dan memberinya air kanal untuk memisahkan pasir dengan serbuk-serbuk emas. Setelah mendulang cukup lama, di dasar dulang warna kekuningan emas pun terlihat dan dengan hati-hati dipindahkannya ke wadah khusus.
Serbuk emas ini kemudian dilebur dengan api dan zat kimia lainnya. Untuk memunculkan warga emas usai dibakar, emas ditempa dengan alat sekedarnya. Setiap hari Tahir bisa memperoleh emas hingga 1 gram. Setiap gram hasil jerih payah para pedulang dihargai 90 ribu rupiah. (Saharudin Ridwan/Sup)