HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Potret Perjuangan Ibu

Menghidupi Anak dengan Tambal Ban



indosiar.com, Surabaya - Betapa besar jasa seorang ibu mungkin tak dapat kita pungkiri. Inilah potret buram yang juga mengugah di Hari Ibu Senin (22/12/08). Demi kelangsungan hidup dan membiayai sekolah 4 anaknya, seorang ibu di Margo Mulyo, Surabaya Utara, rela menjadi tukang tambal ban. Meski penghasilan hanya 30 ribu rupiah setiap hari namun ibu ini pantang menyerah.

Namanya Sri Hati, wanita berusia 36 tahun ini pantas dipanggil perempuan perkasa. Betapa tidak, demi menopang hidup dan tidak mau sekolah ke 4 putranya berhenti di tengah jalan, Sri Hati tidak malu meski setiap hari harus mengais rejeki lewat tambal ban.

Bersama 4 putranya, Sri Hati dan suaminya tinggal di Karangpoh, Margo Mulyo sebuah rumah kontrakan di gang yang bisa dibilang cukup sempit. Sri Hati memang tidak mengerti hari ini adalah Hari Ibu, namun Sri Hati membuktikan makna cinta kasih seorang ibu dengan cara bekerja sebagai tukang tambal ban.

Sebelum berangkat bekerja, Sri menyempatkan menyetrika baju dan keperluan anaknya. Berbekal perlengkapan seadanya Sri Hati hanya jalan kaki menuju tempat bengkel tambal bannya di Jalan Margo Mulyo.

Dengan penuh kesabaran, dua jam setelah menunggu akhirnya adanya sepeda motor bocor yang mampir ke bengkelnya. Sri Hati dengan luwes tanpa kesulitan saat membuka dan menambal ban. Profesi menambal ban adalah pilihan terakhir Sri. Suaminya Sri Hati hanya kuli angkut barang di gudang Margo Mulyo, upahnya sangat kecil tak cukup untuk biaya kontrakan, makan dan membayar sekolah 4 putranya.

Sri Hati mengaku bisa menambal ban karena belajar dari suaminya. Bekerja sebagai tambal ban itu sudah berlangsung 5 tahun. Penghasilan cukup lumayan saat hari Sabtu bisa mencapai 100 hingga 150 ribu rupiah. Namun hari biasa penghasilan mentok 30 hingga 40 ribu rupiah.

Di Hari Ibu ini selain berharap harga kebutuhan pokok murah, Sri Hati juga berharap pada pemerintah agar memberikan bantuan dana usaha kepada rakyat kecil. (Miftaul Arif/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: