indosiar.com, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman membekukan dana penelitian untuk pengembangan MFO (Marine Fuel Oil) yang digunakan 4 orang peneliti pasca ledakan di Laboratorium Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) Selasa (11/09) kemarin. Dana penelitian tersebut untuk sementara dikembalikan kepada pemerintah menunggu proses penyembuhan para peneliti tersebut.
Menristek Kusmayanto Kadiman yang datang ke lokasi Laboratorium Batan di Gedung 71 Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Serpong Tangerang kemarin mengatakan, dana yang diajukan peneliti Doktor Puji Untoro dan Profesor Munawir untuk sementara akan dikembalikan kepada pemerintah menyusul terjadinya ledakan ketika sedang melakukan penelitian di Laboratorium Batan.
Menurut Menristek, biasanya setiap kelompok ilmuwan peneliti Batan mengajukan dana guna menjalankan eksperimen mereka di laboratorium. Penelitian yang dilakukan Doktor Untoro adalah inovasi pengembangan bahan bakar baru pengganti solar sebagai energi alternatif bagi industri.
Hingga kemarin sore, Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri masih bekerja di lokasi terjadinya ledakan dan mengumpulkan data untuk mengetahui kronologis terjadinya ledakan. Asumsi sementara, ledakan disebabkan kebocoran gas yang memenuhi ruangan. Namun untungnya gas tersebut adalah jenis gas yang tidak mudah terbakar, jadi ledakan tersebut tidak menimbulkan kebakaran. (Sukwan Hanafi dan Agus Rahayu/Sup)