HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Menteri PU : Pelanggar Tata Kota Akan Ditindak



indosiar.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto menuding banyak proyek pembangunan perumahan dan kawasan industri di daerah Puncak, Bogor dan Cianjur menjadi salah satu penyebab banjir yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, banyak pembangunan perumahan maupun pabrik yang melanggar tata kota di wilayah Jabodetabek. Karena menggunakan lahan hijau atau wilayah resapan air.

Akibatnya air kiriman dari anak-anak sungai yang berasal dari Bogor, Puncak dan Cianjur tidak bisa diserap oleh tanah dan akhirnya meluncur mengenai rumah warga. Selain masalah tata kota, Joko juga menuding sampah telah menyumbat sungai dan saluran air sebagai faktor yang memperparah banjir di Ibukota Jakarta.

Joko memperkirakan banjir kali ini telah merusak struktur jalan dan jembatan, namun berapa banyak jembatan dan jalan yang rusak Joko mengaku belum mendapatkan data.

Untuk menangani masalah banjir menurut Joko tidak cukup hanya dengan membersihkan sampah maupun pembangunan kanal-kanal air. Pembenahan dari hulu  yakni ketegasan hukum terhadap pelanggar tata kota serta sanksi yang tegas bagi yang melanggar perijinan maupun yang memberi ijin seharusnya menjadi langkah awal.

Menteri PU menambahkan, saat ini departemennya tengah merancang peraturan baru mengenai perijinan dan tata laksana pembangunan dan peraturan yang tengah digodok tersebut membuat sanksi yang lebih tegas bagi pelanggarnya. (Winduti Astuti dan Waluyo Adi Susanto/Sup)

 

Bookmark and Share


Page: 1
8-Feb-2007 13:40:11 WIB by edyvanvreden
Ironisnya banyak bangunan Villa di puncak adalah milik orang-orang berduit atau pejabat, sekarang bagaimana mau menggusur milik pejabat ?.
6-Feb-2007 10:19:11 WIB by Stupids Haters
Kok jawabannya gitu sih. Saling tuding G O B L O G...kerja sama dong. Kaya anak kecil aja main salah salahan. Kok bisa jadi mentri ya. Apa sekarang mentri harus punya keahlian ngeles. Tapi kali ini sok mau keliatan pinter padahal G O B L O G emang kita bego gitu. Apa sayang otaknya dipake untuk mikir. Ayo kerja yang bener! ngomong thok...ga ada isinya. Ngawur.
6-Feb-2007 08:14:56 WIB by sengsara rakyat
mas baru bangun tidur ya ...????
loh...kemaren kemana saja...gini hari baru membicarakan tata kota dan hukum....
atau baru sembuh urat malunya...????
dki wis tenggelam mas..???
kemaren takut menghukum maling kayu yg ternyata malingnya adalah bos mu ....
penggundulan hutan yg makin gila.... hukum yg pandang bulu....
dpr yg rakus pura pura buta...dan tuli
6-Feb-2007 01:18:48 WIB by miyagisan
Meskipun peraturan baru atau lama akan diperjalankan toh tidak akan jalan, berhubung uang yang sogoknya lebih besar,jadi semuananya tak harmonis tak bisa hidup senang,se umur2 susah terus.Contoh dong Malaysia,Vietnam,China,Camboja,Thailand dan Korea,malu,indonesia sudah 60th merdeka,tak ada keamajuannya.Udah deh, kasihan sama rakyatku yg menderita terus.
5-Feb-2007 17:26:51 WIB by scorpion
ini republik tuli dan republik anarkis tanpa hukum.sekarang jakarta sudah porak poranda.watch your back.
5-Feb-2007 14:52:47 WIB by icha
yup bener tuh puncak jangan dijadikan tempat santai org2 kaya puncak harus dijadikan lahan penghijauan biar ada resapan air dan buat warga jakarta jgn buang sampah sembarangan inilah akibatnya, dan buat pemerintah sampah yg bisa didaur ulang harusnya dipisahkan agar dapat digunakan kembali
5-Feb-2007 12:38:19 WIB by I Hate Stupids
Hallllllaaaaah baru sekarang, tanggep tuh dari dulu. Kemana aja sih...kaya orang baru aja. Jok...Jok...elu tuh yang harusnya tanggap dari dulu...jangan salahin yang bikin. Pastilah kalau mereka gi diawasin...ya seenaknya aja. Dasar G O B L O G.
5-Feb-2007 11:20:58 WIB by adhe
pelanggaran bg yg melanggar tata kota sepertinya terlambat karna tata kota sudah semrawut,walau dibenahin juga akan butuh waktu & biaya yg gak sedikit. saya rasa sarana jalan dan transportasi sudah cukup jadi gak perlu deh bangun jalan" baru lagi kalo bisa diperbesar saja jalan yg ada biar gak mengganggu jalan kendaraan&pejalan kaki akibat busway.

 

Nama:
Email:
Security Code: