HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Kemarau Panjang

Mereka yang Mendapat Untung dari Cuaca Panas




indosiar.com, Tegal -
(Jumat, 16.09.2011) Tak semua orang menyesali datangnya musim kemarau. Bagi sebagian lain panas terik di musim kemarau panjang justru membawa berkah. Ambil contoh para petani garam atau pembuat batu bata. Mereka justru diuntungkan karena produk yang mereka hasilkan justru bergantung pada panas cahaya matahari.

Kemarau panjang yang kini dikeluhkan banyak pihak justru menjadi berkah bagi para petani garam. Seperti yang terpantau di Desa Sawo Jajar, Brebes, Jawa Tengah ini. Proses produksi garam mereka bisa berjalan maksimal karena tidak terganggu curah hujan. Produksi garam mereka bukan saja jumlahnya meningkat, tapi juga makin baik mutunya.

Menurut para petani, produksi garam mereka saat ini bisa meningkat sekitar 20 persen dibanding hari biasa. Jika sebelumnya setiap satu hektar lahan garam hanya bisa memproduksi maksimal 8 ton garam, selama musim kemarau mampu menghasilkan 12 ton. Tentu saja ini mengembirakan para petani. Namun sayang, dampaknya juga mereka rasakan, harga garam justru merosot karena melimpah di pasaran.

Tak hanya petani garam yang menerima berkah kemarau. Para pembuat batu bata juga demikian. Di Blitar, Jawa Timur kerasnya tanah serta teriknya matahari membuat mutu batu bata makin baik dan proses pengerjaannya pun semakin cepat dan pesanan meningkat hingga 6 kali lipat.

Menurut Iwani, salah seorang pembuat batu bata, sejak musim kemarau ini rata-rata pesanan yang didapat mencapai 3000 bata setiap hari. Padahal pada hari biasa, hanya antara 500 hingga 1000 batu bata.

Para pembuat batu bata seperti halnya juga para petani garam di Brebes, tentu saja memahami musim kemarau telah membuat masyarakat luas kesulitan mendapatkan air bersih. Tapi buat mereka selalu ada manfaat yang bisa dipetik dalam pergantian musim seperti yang kali ini mereka nikmati. (Kuncoro Wijayanto/Danu Sukendro/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: