indosiar.com, Tulungagung - Dakwah tidak harus melalui kata-kata, seorang warga di Tulungagung, Jawa Timur menggunakan keahlianya mengukir beragam bentuk kaligrafi kayu sebagai hiasan dinding dan di pintu rumah sebagai media dakwah. Banyak pesan-pesan Al Quran yang disampaikan melalui kaligrafi tersebut.
Beragam karya seni kaligrafi ukiran inilah yang dijadikan Suryono warga Pojok, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur untuk berdakwah agama Islam. Suryono mengkreasikan lukisan dengan kaligrafi bertuliskan ayat-ayat Al Quran yang diukir sedemikian indah.
Kaligrafi hiasan dinding paling banyak diminati. Jika memperoleh inspirasi, Suryono mengikuti kata hati mengukir kaligrafi diatas kayu lapis. Dia memadukan simbol tertentu dan ukiran Al Quran. Salah satu contoh karyanya adalah kaligrafi dalam lukisan tokoh wayang Dursosono, tokoh pewayangan antagonis dalam kisah Maha Brata. Lukisan itu diberi kaligrafi indah Surat Al Bayinah yang menceritakan tentang sikap orang musyrik yang mengingkari bukti nyata dari Alloh. Sementara orang-orang beriman akan mendapatkan balasan surga.
Selain ukiran hias dinding, Suryono juga bisa membuat ukiran kaligrafi ada pintu, mimbar maupun ornamen di rumah-rumah. Pesanan kaligrafi ini meningkat tajam saat bulan ramadhan. Untuk pintu biasanya diukir dengan lafal salam dan beragam ayat Al Quran.
Karya ukir yang baru dirintis 4 bulan yang lalu ini kini telah mendapat pesanan dari berbagai daerah di Jawa Timur, terutama dari masjid-masjid tua dan sejumlah pesantren. Suryono tak mematok harga karya kaligrafinya. Bagi Suryono yang terpenting nilai dakwah dari kaligrafinya bisa sampai ke pada masyarakat. (Danu Sukendro/Sup)