indosiar.com, Karanganyar - Kelangkaan minyak tanah sepertinya bisa diatasi dengan kreatifitas. Seperti dari sampah organik di pasar berupa buah dan sayuran ternyata bisa diolah menjadi bahan bakar alternatif. Melalui proses fermentasi dan penyulingan, seorang warga Karanganyar, Jawa Tengah mencoba mengubah sampah tersebut menjadi bahan bakar pengganti minyak tanah.
Inilah sampah buah-buahan dan sayuran yang menjadi bahan dasar dari BBM alternatif pengganti minyak tanah. Ditemukan oleh Sulaiman Budi Sunarto, warga Karanganyar. BBM alternatif ini kini banyak dimanfaatkan ibu-ibu rumah tangga. Pengolahan BBM alternatif ini dimulai menggiling sampah menjadi bubur, setelah diperas, air sari pati dicampur dengan enzim alfa amilase dan regilot yang kemudian diendapkan selama 5 hari. Sehingga terjadi fermentasi.
Hasil fermentasi inilah yang kemudian disuling menggunakan empat drum hingga menghasilkan tetesan air yang mengandung gas. Hasil sulingan dengan kadar etanol 75 persen inilah yang dimanfaatkan menjadi BBM pengganti minyak tanah.
Menurut Sulaiman, seluruh bahan dasar BBM ini adalah sampah organik yang diambil dari pasar dan rumah tangga. Sampah-sampah ini mengandung glukosa dan hemilulosa yang menjadi bahan utama produksi gas bio etanol. 500 kilogram sampah bisa dihasilkan 75 liter BBM dengan harga 3000 rupiah perliternya. Namun jika satu liter minyak tanah hanya bisa bertahan satu hari, maka satu liter BBM alternatif ini bisa memasak hingga seminggu. Selain murah dan hemat, BBM alternatif ini juga ramah lingkungan karena tidak berasap. (Danug Nugroho Adi/Sup)