indosiar.com, Lamongan - Luapan Bengawan Solo meluas merendam ratusan rumah warga Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Air yang semula hanya mengenangi jalan pemukiman, kini mulai masuk ke rumah-rumah warga. Ketinggian air di Desa Truni mencapai 1/2 hingga 1 meter. Namun hingga kini warga belum mendirikan tenda pengungsian.
Mereka hanya membuat tempat darurat di rumah mereka masing-masing. Aktifitas warga juga terganggu oleh luapan Bengawan Solo ini. Mereka yang hendak bepergian kebanyakan menggunakan transportasi perahu yang terbuat dari batang pisang. Menurut Sukimin, salah seorang warga, luapan air Bengawan Solo datang dengan cepat. Hanya dalam tempo kurang dari dua jam sudah mengenangi 100 rumah lebih.
Saat ini warga Desa Truni hanya bisa berharap agar pemerintah setempat memberikan bantuan terutama peralatan dapur dan perahu karet. Air Bengawan Solo yang merendam Desa Truni diperkirakan berlangsung lama karena curah hujan di wilayah hulu masih tinggi. (Tim Liputan/Sup)