indosiar.com, Pekan Baru - Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla dalam sambutannya mengakui munas kali ini merupakan momentum penting bagi Partai Golkar untuk mengevaluasi diri, agar tetap eksis dalam percaturan politik nasional kedepan, setelah dalam 10 tahun terakhir terus mengalami penurunan kekalahan paa Pemilu 2009 lalu.
Menurut JK, lebih karena kader partai ini tidak bersatu. Karena itu siapapun yang akan memimpin Golkar kedepan, haruslah mengutamakan persatuan bagi semua kader.
Dalam munas kali ini, dari 4 calon ketua umum yakni Aburizal Bakrie, Surya Paloh, Tommy Soeharto dan Yudi Krisnandi, 3 nama pertama dianggap memiliki peluang kuat dan terus bersaing ketat. Ke-3 nama mengklaim telah mendapatkan dukungan dan optimis meraih kemenangan.
Dalam munas kali ini, ada 579 suara yang diperebutkan yakni 38 suara dari DPP, 33 suara dari DPD Provinsi, 498 dari DPD Kabupaten Kota, dan 10 dari ormas pendukung. Hari Selasa ini (6/10), munas memasuki paripurna ke-2 dengan agenda penyampaian pertanggungjawaban pengurus Partai Golkar masa bakti 2004-2009.(Firdaus Masrun, Mugi Wiyono dan Ahmad Dison/Ijs)