indosiar.com, Aceh -Banjir yang melanda sebagian besar Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam disebabkan olehnya rusaknya hutan lindung. Dari 2,3 juta hektar lahan hutan lindung sebagian besar disalahgunakan pemakaiannya termasuk penebangan kayu untuk rehabilitasi pembangunan Aceh yang hancur akibat tsunami.
Bencana banjir di 6 kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam akibat rusaknya sebagian dari 2,3 juta hektar hutan lindung di Aceh karena digunakan untuk pemukiman, areal pertanian, perkebunan serta budidaya lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian Greenomics Indonesia, rusaknya hutan juga akibat digunakannya Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias untuk pasokan kayunya.
Untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih luas, Koordinator Nasional Greenomics Indonesia Vanda Mutia Dewi mendesak, agar instansi terkait khususnya Pemerintah Daerah Terpilih Aceh memprioritaskan rehabilitasi hutan sebagai kebijakan utama mereka.
Greenomics Indonesia juga merekomendasikan Aceh dibebaskan dari atau HPH. Dari penelitian Greenomics saat ini terdapat 10 ijin HPH atau Hak Pengusahaan Hutan definitif yang menyebar di 15 kabupaten di Aceh.