indosiar.com, Jakarta - Seluruh pesawat jenis Boeing 737 -300 milik maskapai penerbangan Adam Air langsung dilarang terbang sesaat setelah terjadi pendaratan darurat pesawat Adam Air jenis tersebut. Rabu (21/02) kemarin, menurut Dirjen Perhubungan Iksan Tatang, tidak tertutup kemungkinan hal ini juga diberlakukan pada maskapai penerbangan lain.
Dalam dunia penerbangan reputasi boeing tidak diragukan. Produsen pesawat asal Amerika Serikat ini memimpin pasar dan bersaing ketat dengan kompetitornya Airbus yang bermarkas di Peracis.
Produksi boeing seri 737 yang digunakan Adam Air adalah ambisi boeing untuk memperluas dominasi pasarnya dengan menggarap pesawat penumpang berkapasitas rendah dan jarak dekat.
Pada tahun 1964 boeing memulai program pembuatan 737. Boeing menggunakan rancangan Boeing 707 dan Boeing 727 dalam pembangunan 737. Agar bisa bersaing, boeing didesain lebih lebar dan mampu memuat 6 tempat duduk, lebih banyak satu tempat dari pesaingnya BAC - 1 sampai 11 dan Douglas DC- 9. Saat ini tercatat 41 pesawat Boeing 737 - 300 yang dioperasikan oleh 6 maskapai penerbangan di Indonesia.
Diantaranya Garuda Indonesia 15 buah, Batavia Air 9 buah, Adam Air 7 buah, Asia Air 6 buah, Lion Air 3 buah dan Merpati 1 buah. Keseluruhan pesawat tersebut rata-rata usia pemakaiannya diatas 20 tahun. (Tim Liputan/Sup)