indosiar.com, Tangerang - Memasuki hari ke 11 pasca bencana jebolnya tanggul Situ Gintung sejumlah warga yang kehilangan tempat tinggal akibat diterjang air bah, kini ditempatkan di dua lokasi pengungsian. Salah satunya terletak tidak jauh dari tanggul yang jebol dan sebagian lainnya ditempatkan di tempat pengungsian di Kerta Mukti.
Ditempat inilah sebagian korban Situ Gintung mengungsi. Saat ini terdapat 25 KK (kepala keluarga) yang menempati tempat pengungsian yang berlokasi tidak jauh dari tanggul yang jebol. Salah satunya adalah Aliansyah, ditempat seluas 2,5 x 3 meter ini, dia tinggal bersama 8 orang anggota keluarganya.
Meski sempit, Aliansyah bersyukur karena dapat tinggal ditempat penampungan sementara yang terdapat fasilitas umum seperti MCK dan dapur umum. Meski bersyukur, namun Aliansyah mengaku bingung karena hanya diperbolehkan tinggal ditempat ini selama 4 bulan.
Kondisi serupa tampak di tempat pengungsian di Kerta Mukti yang berjarak 2,5 kilometer dari Situ Gintung. Ditempat ini pembangunan 30 tenda dan 2 barak masih terus dilakukan. Saat ini pengungsi yang tinggal di tenda sebanyak 35 KK. Rencananya lokasi pengungsian ini akan dijadikan pusat koordinasi oleh Pemda. Pihak Pemda juga mempersilahkan para pengungsi untuk mengontrak ke tempat lain, karena adanya kebijakan bantuan sebesar 5 juta rupiah per KK.
Sejumlah pengungsi menyatakan, akan berusaha tidak tinggal lama di pengungsian. Uang bantuan pemerintah rata-rata akan digunakan untuk mengontrak dan membangun kembali tempat tinggalnya. (Sujito Santoso/Sup)