HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Kisruh Ujian Nasional

Naskah Soal Kurang, Siswa Telat Ujian





indosiar.com, Pati - (Selasa, 16/4/2013) Tahun demi tahun penyelenggaraan Ujian Nasional belum juga menunjukkan perbaikan, setidaknya dari sudut teknis pelaksanaan di lapangan. Pada hari pertama pelaksanaan UN tahun 2013, yang diselenggarakan di 22 provinsi Senin kemarin, masih diwarnai sejumlah kekacauan. Hal ini menjadi beban psikologis tersendiri bagi para peserta ujian.

Pelaksanaan Ujian Nasional hari pertama di wilayah Pati, Jawa Tengah Senin, diwarnai dengan kekurangan naskah soal yang tidak sesuai dengan jumlah peserta ujian. Akibat kekurangan naskah ujian itu 53 siswa peserta ujian terpaksa baru bisa mengerjakan soal pada pukul 10 pagi atau molor dari jadwal semestinya.

Kekurangan soal ini, terjadi karena dus naskah soal yang seharusnya berisi 9 amplop besar dan 1 amplop kecil naskah ternyata hanya 7 sampul besar. Kekurangan ini baru diketahui beberapa menit menjelang ujian berlangsung. Kondisi ini jelas sangat berpengaruh secara psikologis siswa yang tertunda mengerjakan soal.

Di Cililin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) harus menunggu hingga 8 jam karena tidak tersedianya soal ujian. Akibatnya, para siswa yang menunggu lama cukup kesal dan kecewa bahkan tidak sedikit sejumlah siswa perempuan menangis, karena nyaris gagal menjalani Ujian Nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Tidak hanya siswa yang kecewa pihak sekolahpun merasakan hal yang sama, karena beban tanggungjawab yang mereka pikul untuk tetap melaksanaakan Ujian Nasional meski tertunda. Akhirnya, pada pukul 3 petang kemarin para siswa jurusan studi bahasa yang sudah kelelahan menanti datangnya naskah soal dapat mengikuti ujian nasional, meski naskah soal yang dikerjakan berasal dari fotocopian dari naskah aslinya.

Kondisi di Kalimantan Timur tidak lebih baik dari wilayah lainnya di Pulau Jawa. Ratusan paket Ujian Nasional yang tiba di Kalimantan Timur mengalami kerusakan cukup parah dan sangat rawan terjadi kebocoran. Padahal paket yang tiba itu baru sebagian dari jumlah yang seharusnya.

Panitia menduga kerusakan tersebut disebabkan rendahnya mutu sampul pembungkus sehingga mudah rusak saat dilakukan pengiriman. Rencananya distribusi soal ke 14 kabupaten dan kota se - Kalimantan Timur ini akan dilakukan setelah seluruh paket berjumlah 480 kodi sudah diterima panitia, sementara yang baru diterima hanya 128 kodi. Pelaksanaan ujian di wilayah Kalimantan Timur akan dilakukan serentak pada Rabu besok. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share