indosiar.com, Jakarta - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono introspeksi diri dalam menjalankan mandat rakyat. Pernyataan Syafii ini berkaitan dengan pernyataan Presiden SBY soal capaian program pemerintah di sejumlah kementerian yang tidak mencapai 50 persen pada tahun kedua pemerintahan.
Saat berorasi pada peringatan ulang tahun Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh di gedung Perintis Kemerdekaan Sabtu lalu, Syafii Maarif menyatakan, masalah kepemimpinan nasional sangat krusial bagi bangsa Indonesia. Syafii mengakui, negara ini memang memiliki tokoh kepemimpin formal seperti presiden dan gubernur, tetapi dia menilai tidak ada kepemimpin di negara ini.
Kendati pemimpin negara telah menyatakan memerangi korupsi, tetapi menurut Syafii, sang pemimpin tidak pernah beraksi. Misalnya dalam hal mendatangkan tersangka kasus Wisma Atlit Sea Game, Muhammad Nazaruddin yang dikabarkan berada di Singapura.
Pemerintah telah gagal memulangkannya ke Indonesia. Ia juga mengkiritk tokoh atau kelompok yang dulunya kritis. Tetapi saat masuk dalam pemerintahan atau DPR justru ikut berkhianat pada akyatnya sendiri. Hal itu terlihat dari berbagai kebijakan yang tidak perpihak pada kepentingan rakyat banyak. (Albert Bembot/Medi Kuswedi/Sup)