indosiar.com, Jakarta - Sebagian besar perahu nelayan di daerah Kali Baru Cilincing, Jakarta Utara ini sudah teronggok selama sebulan terakhir. Iya, sejak gelombang pasang tinggi setinggi 3 meter terus menerus mengantam daerah ini awal Januari lalu. Akibatnya ratusan nelayan menganggur, untuk bisa bertahan hidup mereka harus mencari pekerjaan lain yang tentunya dekat dengan laut.
Rauf, misalnya pria yang keseharian menyelam mencari kerang hijau dengan penghasilannya Rp 50 ribu per hari ini telah beralih profesi. Kini Rauf bukan lagi menyelam melainkan pengumpul kayu yang hanyut terbawa ombak. Dengan profesi barunya ini Rauf tidak mampu lagi mengirim uang ke anak istrinya di Indramayu. Bahkan untuk bisa makan sehari - harinya Rauf kerap tidak mampu lagi.
Lain lagi yang dialami Ipah, pekerjaannya sebagai pengupas kerang terhenti karena tidak adanya pasokan kerang. Kini Ipah berupaya mencari nafkah dengan mengais timah yang tersangkut dalam sampah. Dalam sehari Ipah hanya mampu mengumpulkan 1 kilogram timah yang dijualnya seharga Rp 10 ribu per kilogram.
Pekerjaan serabutan ini tentu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari, karena itu mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk membantu nasib para nelayan. (Rafael Don Bosco/Amirulloh/Dv).