indosiar.com, Tulungagung - Nisan Pak Harto ternyata sudah dibuat 12 tahun lalu bersamaan dengan pembuatan nisan Ibu Tien Soeharto. Nisan tersebut dibuat seorang perajin langganan keluarga Cendana di Tulungagung, Jawa Timur. Nisan pak Harto terbuat dari marmer Kawi Agung, marmer jenis terbaik yang ada di sentra kerajinan keramik di Tulungagung.
Dikawasan sentra kerajinan keramik di Desa Gamping, Kecamatan Campur Darat, Tulungagung inilah, nisan Pak Harto dibuat. Nisan ini dibikin oleh Munari, salah seorang perajin dikawasan tersebut 12 tahun silam tepat setelah wafatnya Ibu Tien Soeharto.
Munari adalah perajin marmer yang selama ini menjadi langganan keluarga Cendana. Sebelumnya, ia terlibat pembangunan makam keluarga di Astana Giribangun yang dibangun pada tahun 1971. Setelah wafatnya Ibu Tien, pada tanggal 28 April 1996, keluarga Cendana memesan 2 nisan sekaligus yakni nisan untuk Ibu Tien dan nisan Pak Harto.
Nisan ini dibuat dari bahan marmer jenis Kawi Agung yang merupakan jenis marmer terbaik dari Tulungagung. Nisan ini dikerjakan satu setengah bulan. Tidak hanya Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto, Munari juga membuat nisan keluarga Cendana lainnya diantaranya nisan Siti Hartini Uda, kakak Ibu Tien Soeharto, Soemoharjono dan Fatmawati Soemoharjo, kedua orangtua Ibu Tien Soeharto.
Selama mengerjakan nisan keluarga Cendana dan lantai marmer Astana Giribangun, Munari merasa sangat dekat dengan keluarga Pak Harto. Mendengar Pak Harto wafat, Munari merasa sedih dan turut mengucapkan bela sungkawa. Ia berharap Pak Harto mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa. (Tim Liputan/Sup)