indosiar.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri memastikan bahwa salah satu tersangka teroris yang tewas dalam penyergapan di Solo Kamis (17/09/09) pagi adalah Noordin M Top. Kepastian ini berdasarkan pemeriksaan sidik jari Noordin M Top yang didapat dari pemerintah Malaysia dengan salah satu jenazah yang tewas di Solo.
Kepastian tewasnya Noordin M Top ini disampaikan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dalam keterangannya kepada wartawan di Mabes Polri kemarin sore.
Menurut Kapolri, kepastian tewasnya gembong teroris yang selama ini diburu polisi tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan Pusdokes Polri terhadap salah satu tersangka teroris yang tewas dalam penyergapan tim Densus Mabes Polri disebuah rumah di Desa Kepuhsari, Jebres, Solo, Jawa Tengah.
Berdasarkan sidik jari yang dikirim dari Kedutaan Besar Malaysia dan Polisi Diraja Malaysia terdapat 14 titik kesamaan di jari kiri dan kanan.
Selain telah menewaskan Noordin M Top, dalam penyergapan tersebut juga menewaskan 3 tersangka teroris lainnya yakni Bagus Budi Pranoto alias Urwah, DPO teroris yang
merupakan pelaku pengeboman Kedubes Australia padad 2003 lalu, Ario Sudarso alias Aji, murid dari dr Azhari serta Susilo alias Adit, selaku penyedia tempat persembunyian yang masih merupakan mata rantai jaringan teroris Noordin M Top.
Sementara Munawaroh, istri dari Susilo sempat terluka akibat baku tembak antara polisi dengan tersangka dan kini telah dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur. (Dedi Irawan/Sup)