indosiar.com, Cilacap - Menjelang eksekusi terpidana mati pelaku bom Bali I Amrozi CS, pengamanan semakin ketat. Mulai Jumat (07/11/08) pagi, wilayah pulau Nusakambangan steril dari alat komunikasi. Alat komunikasi seperti telepon selular dan handy talky milik polisi, sipir, karyawan dan petugas lapas serta warga yang memasuki pulau tersebut diamankan di kantor dermaga Wijayapura.
Pemeriksaan super ketat tadi pagi terlihat di dermaga Wijayapura yang merupakan pintu masuk pulau Nusakambangan. Tidak hanya warga petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap polisi dan petugas sipir yang bertugas di pulau Nusakambangan. Pemeriksaan polisi terhadap sesama polisi dan anggota sipir ini cukup mengejutkan.
Selain barang bawaan dan bagasi motor aparat Polda Jateng juga mengamankan telepon selular dan handy talky. Alat komunikasi ini tidak diperkenankan dibawa masuk ke Nusakambangan karena dikhawatirkan akan menjadi alat komunikasi yang bisa membocorkan waktu dan tempat pelaksanaan eksekusi.
Selain mengamankan alat komunikasi petugas juga mencatat setiap nama orang yang akan masuk ke pulau Nusakambangan. Pengamanan ekstra ketat ini semakin menguatkan eksekusi mati kian dekat. Sementara itu diperoleh informasi hari ini Amrozi, Imam Samudra dan Mukhlas masih diberi kesempatan melaksanakan sholat Jumat di masjid komplek LP Batu Nusakambangan. (Nanang Anna Noor/Sup)